Kisah Nabi Musa AS Berguru Kepada Nabi Khidir

Suatu ketika nabi Musa tengah berkumpul bersama para umatnya lalu satu diantara umatnya bertanya “wahai nabi Musa siapakah manusia paling pintar dinegeri Mesir ini?”, tentu saja nabi Musa bingung untuk menjawab, dan selanjutnya sang umat tadi mengulangi pertanyaanya yang sama dan akhirnya nabi Musa pun menjawab “akulah manusia paling pintar dinegeri Mesir ini”, seketika itu Allah menegur melalui malaikat Jibril “Wahai Musa ada hambaku yang lebih pintar daripada kamu yang bernama Khidir maka pergilah kamu berguru padanya, dia berada disebuah tempat pertemuan dua laut”, selanjutnya nabi Musapun pergi ketempat dimana nabi Khidir berada bersama seorang pembantunya dengan membawa sebuah kendil yang berisi yang ada ikanya dimana ikan tersebut akan melompat keluar dengan tidak wajar ditempat nabi khidir berada.

Namun sayang sekali ketika ikan yang dibawanya tadi melompat dengan tidak wajar pembantu nabi Musa lupa sampai berjalan jauh, akhirnya merekapun kembali menelusuri jejak perjalanan mereka sampai ditemapat ikan itu melompat. Ketika nabi Musa dan pembantunya sampai ditempat yang dimaksud bertemulah nabi Musa dengan nabi Khidir, dan nabi Musapun menyampaikan maksudnya yakni ingin berguru kepada nabi Khidir yang menurut Allah lebih pintar darinya. Percakapan nabi Khidir dan nabi Musa diabadikan Allah dalam Al Qur’an surat Al Kahfi ayat 66-70 dimana nabi Khidir menjawab “sungguh enkau tidak akan sanggup bersabar bersabar bersamaku. Dan bagaimana engkau akan dapat bersabar atas sesuatu, sedang engkau belum mempunyai pengetahuan yang cukup tentah hal itu”. Namun karena niat nabi Musa yang begitu kuat membuatnya tak menghiraukan peringatan nabi Khidir sehingga nabi Musapun ahkirnya mengikuti perjalanan nabi khidir demi memperoleh ilmu.


Dalam perjalanan tersebut nabi Khidir melakukan hal hal yang tidak wajar menurut nabi Musa. Pertama nabi Khidir melubangi sebuah perahu yang bagus, tentu saja hal itu membuat protes nabi Musa dan tentu pula nabi Khidir kembali mengingtakan nabi Musa “bukankah sudah kukatakan  bahwa kamu tidak akan dapat bersabar bersamaku?”. Yang kedua ketika mereka bertemu dengan seorang pemuda tetapi nabi Khidir justru membunuhnya, untuk kedua kalinya nabi Musa protes, dan untuk kedua kalinya nabi Khdir juga mengungtakan dengan kalimat yang sama, dan yang ketiga mereka memasuki sebuah kota dimana penduduknya sangat kikir, padahal kala itu nabi Khidir dan nabi Musa tengah kehausan namun tak satupun yang mau memberi minum. Ketika nabi Musa tengah beristirahat nabi Khidir memerintahkan nabi Musa untuk memperbaiki salahsatu rumah yang ada dikota itu, tuntu saja nabi Musa protes, penduduknya kikir kenapa justru diperbaiki rumahnya. Seketika itu nabi Khidir menampakan masalalu nabi Musa yakni ketika nabi Musa beristirahat karena kelelahan dikejar tentara Firaun namun nabi Musa bergegas bankit untuk membantu dua orang wanita cantik yang hendak memberi minum gembala mereka, bahkan nabi Musa mampu mengangkatkan batu besar yang tak bias diangkat walau dengan 12 orang. Tentu saja nabi Musa malu akan hal itu dan bergegas  mengikuti perintah nabi Khidir untuk memperbaiki sebuah rumah yang hampir roboh.


Pada akhir perjalanan nabi Khidir menjelaskan akan 3 hal yang membuat nabi Musa tidak dapat sabar. Pertama ketikaa nabi Khidir melubangi  sebuah perahu bagus adalah karena perahu tersebut adlah milik orang soleh yang hendak berlayar padahal ditengah laut ada perompak yang ketika terdapat perahu bagus pasti akan dirampas tetapi jika perahunya berlubang tidak dirampas. Yang kedua ketika nabi Khidir membunuh seorang pemuda yang mereka jumpai adalah karena pemuda tersebut akan menjadi kafir sehngga nantinya dapat menkafirkan kedua orang tuanya namun ketika nabi Khidir membunuhnya Allah akan memnggantinya dengan anak soleh yang akan dilahirkan ibunya. Dan yang terakhir adalah ketika nabi Khidir menyuruh nabi Musa memperbaiki yang hampir roboh adalah karena rumah tersebut adalah karena didalam rumah tersebut terdapat harta milik orang soleh yang telah meninggal dan hartanya ditinggalkan untuk  anaknya yang yatim yang kelak akan menjadi anak soleh.Dari hal tersebut nabi Musa menyadari bahwa hakikat yang dianugrahkan sangat besar sehingga kepintaranya mampu menembus ruang dan waktu.


Ketinggian ilmu nabi khidir memang tinggi dan karena ketinggianya tersebut banyak menimbulkan misteri. Seperti  pada kisah diatas darimana nabi Khidir tau bahwaa perahu yang dijumpai adalah milik orang yang soleh dan ditengah laut sedang ada perompak yang sedang berlayar yang akan merampok perahu yang bagus, hal ini menyimbolkan masa sekarang yakni perompak yang sedang berlayar. Yang kedua darimana nabi Khidir tau bahwa pemuda yang dijumpainya akan menkafirkan kedua orangtuanya? Ini menyimbolkan masa depan karena menkafirkanya dimasa depan dan terakhir,  darimana nabi Khidir tau bahwa orangtua dari anak yatim tersebut orang soleh? Hal ini menandakan masa lalu. Maka salah satu  hikmah yang dapat diambil dari kisah tersebut adalah gar kita dapat menjadi orang yang bijak dalam menyikai setiap masa. Baik masa lalu masa sekarang maupun masa depan. Seperti yang pernah disampaikan sayidina Ali “the right man on the right pleace, the right man on the right time”

0 Response to "Kisah Nabi Musa AS Berguru Kepada Nabi Khidir"

Post a Comment

Silahkan komentar, segala komentar yang Anda berikan sangat bermanfaat bagi kami...